Ketua Komisi Yudisial, Aidul Fitriciada Azhari menyambangi Pengadilan Negeri Tangerang, Kota Tangerang, Selasa 13 Maret 2018, pukul 09.00 WIB, sehari setelah KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Pengadilan Negeri Tangerang.
Tiba di lokasi, Aidul didampingi jajaran PN Tangerang,
langsung memasuki salah satu ruang, untuk memastikan soal penangkapan terhadap
hakim dan panitera pengganti di pengadilan tersebut.
"Tadi saya sudah bertemu Kepala PN Tangerang
(Muhammad Damis), di sana ya kami memastikan penangkapan dan di sini
penangkapan tersebut terjadi, bukan di ruang sidang atau pun saat sidang
berlangsung," katanya di Tangerang.
BACA JUGA: Ini Daftar Nama Yang Terjaring Operasi Tangkap Tangan KPK Di PN Tangerang
BACA JUGA: Ini Daftar Nama Yang Terjaring Operasi Tangkap Tangan KPK Di PN Tangerang
Aidul menyayangkan, ada tindak suap yang terjadi di PN
Tangerang dan diduga dilakukan oleh panitera atau pun hakim. Seharusnya,
menurut dia, tindak suap tidak terjadi terhadap hakim ataupun panitera. Sebab,
kesejahteraan hidup, khususnya hakim, sangat terjamin dengan penghasilan
sekitar Rp25 juta per bulan.
"Sangat disayangkan ini terjadi, tetapi sekali lagi
ini terjadi akibat faktor personal yakni, keserakahan bukan karena kelompok. Tapi
balik lagi, karena keserakahan jadi mereka seperti ini. Namun, untuk
penangkapan sampai saat ini saya baru tahu satu saja, yakni panitera. Sedangkan
yang lainnya, masih tunggu konfirmasi dari KPK (Komisi Pemberantasan
Korupsi)," ujar Aidul.
KPK melakukan Operasi
Tangkap Tangan (OTT) terhadap tujuh orang dari Pengadilan Negeri Tangerang dan
pihak swasta terkait dugaan kasus perdata yang sedang ditangani.
Juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan dalam operasi itu KPK mengamankan tujuh orang. Unsur dari tujuh orang itu ada hakim, panitera, penasehat hukum, dan ada unsur swasta juga.
0 komentar:
Post a Comment